3 Motif Batik Kesukaan Masyarakat Indonesia & Maknanya

Jadi begini, walaupun banyak sekali motif batik yang beredar di pasaran tanah air, ternyata apabila diambil rata-ratanya maka ternyata hanya beberapa motif sajalah yang benar-benar sering sekali dibeli orang atau paling dikenal oleh masyarakat begitu ditanya. Berikut adalah beberapa motif tersebut.

  1. Motif Batik Parang

 

Motif Parang adalah motif yang paling biasa terlihat apabila Anda sedang ke kondangan, jalan-jalan ke Keraton Yogyakarta, atau pergi ke kantor. Alasan motif ini sangat diminati orang banyak adalah kesederhanaan motifnya. Motif ini berbentuk huruf S yang berkesinambungan, dengan alur kemiringan 45⁰ pada motifnya. Tentunya Anda sendiri mungkin sudah tidak asing lagi apabila melihat gambarnya.

 

Motif ini memiliki beberapa makna yang cukup baik, dan sepertinya ditujukan kepada orang-orang dengan sifat kepemimpinan yang tinggi. Yang pertama adalah kebijaksanaan dan keadilan. Seorang pemimpin yang baik sudah tentu harus adil dan bijaksana. Salah satu karakter yang suka menggunakan batik Parang adalah Gareng. Gareng sendiri merupakan seorang karakter pewayangan yang adil dan bijaksana. Ia dapat melihat suatu permasalahan dari berbagai sisi, tidak hanya dari sudut pandangnya saja. Sehingga setiap menyelesaikan suatu pertikaian ia dinilai subyektif dan adil, tidak berat atau condong sebelah.

 

Yang kedua adalah mental dan fisik yang kokoh dan kuat. Seorang pemimpin haruslah seseorang dengan mental yang pemberani, tidak takut mengambil resiko, tidak mudah menyerah, dan tidak mudah terpancing amarahnya. Ia harus menjadi orang yang tenang dalam setiap keadaan, walaupun dalam keadaan genting sekalipun. Seorang pemimpin tidak boleh putus asa, karena apabila seorang pemimpin sudah putus asa, maka bagaimana nasib para pengikutnya?

 

Yang ketiga adalah konsisten dalam kebaikan. Seorang pemimpin yang baik tidak labil dalam perbuatannya. Ia konsisten dalam menjaga hubungan dengan segala makhluk, dari manusia, hewan, tumbuhan, sampai Tuhannya. Ia konsisten dalam berbuat, ini dilambangkan dengan motif huruf S yang menyambung tanpa akhir pada batik Parang.

 

  1. Motif Batik Kawung

 

Motif Kawung juga merupakan motif sejuta umat. Mulai dari anak kecil sampai bapak-bapak dan ibu-ibu pasti tau yang namanya batik Kawung. Batik ini tidak jarang terlihat digunakan oleh masyarakat ke berbagai aktivitas. Padahal motif ini tergolong kepada motif yang sangat kuno, sudah ada dari abad ke-9 lampau.

 

Nah motif Kawung juga memiliki makna yang sangat baik. Yang pertama adalah hati yang bersih. Batik Kawung menganut paham pohon Aren, yang mana buahnya memiliki daging yang putih bening walaupun kulitnya gelap dan keras. Inilah harapan yang tersimpan pada batik Kawung, dimana penggunanya diharapkan memiliki hati yang bersih, tanpa keriaan sama sekali.

 

Yang kedua adalah berguna bagi banyak orang. Pohon Aren yang merupakan inspirasi dari motif ini memiliki manfaat yang banyak mulai dari ujung daun sampai ke akar-akarnya. Sehingga pengguna motif batik Kawung diharapkan juga berguna bagi orang-orang disekitarnya, masyarakat, dan bangsanya.

 

Yang ketiga adalah pengendalian diri. Kata Kawung berasal dari kata Suwung, yang artinya adalah kekosongan. Yang dimaksud bukan kekosongan pikiran, namun kekosongan hawa nafsu dan hasrat duniawi. Dimana sosok ini dapat mengendalikan dirinya dari hawa nafsu belaka dan mengontrol emosinya. Ia dapat menempatkan dirinya dengan baik, tahu kapan harus beraksi dan kapan harus diam. Ia mengikuti arus kehidupan ini, namun ia telah mengerti apa tujuan hidupnya.

 

  1. Motif Batik Sidoluhur

 

Motif Sidoluhur sangat sering dijumpai pada kehidupan sehari-hari, terutama pada saat pergi ke acara pernikahan atau ke kantor. Namun sayangnya, karena motifnya yang sangat sederhana dan aksen kejawen yang sangat kuat, seringkali motif ini tidak dikenal atau terlewatkan begitu saja. Walau begitu, batik ini merupakan batik yang sangat laku keras di pasaran.

 

Makna dari motif batik ini merupakan hidup yang luhur, dimana bagi orang Jawa keluhuran merupakan sesuatu yang sangat penting. Yang dimaksud keluhuran disini adalah kemuliaan atau kebesaran, yaitu secara non materi dan materi.

 

Harapannya adalah agar si pemakai dapat mencapai hidup yang selalu berkecukupan, sejahtera dan tidak melarat. Lalu disisi lain agar sang pengguna batik ini memiliki ucapan, sifat dan tindakan yang mulia. Orang Jawa sangat berharap bahwa hidupnya kelak memiliki segala jenis keluhuran dan jauh dari perbuatan yang memalukan keluarganya. Konon katanya motif ini juga diciptakan pada jaman kerajaan mataram, persis seperti batik Parang.

 

Nah itulah tadi 3 motif batik yang sangat disukai oleh masyarakat Indonesia. Apa alasannya tidak ada yang tahu, mungkin memang karena 3 motif barusan merupakan motif yang batik banget, Indonesia banget. Sekian dulu ya dari saya, semoga bermanfaat dan jangan lupa dibagikan. Terima kasih!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *